Melihat
judul di atas pasti yang ada di pikiran sobat “KIAMAT”, yah itu benar karena
kita sudah gak asing lagi kan dengan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah
tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah
terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua.
Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum
hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.
Dan
yang akan saya bahas di sini bukan
tentang dalil di atas sob, tapi saya akan mengupas sedikit tentang sebabnya
bila ditinjau dari sudut pandang science. Wah pasti keren tuh? Cerita ini saya
dapat dari dosen saya lho. Oke langsung saja...
Hemm..
matahari terbit dari barat? Why? Apa mataharinya yang muter berbalik arah atau
rotasi bumi yang berbalik arah?
Pertama
yang membuat matahari terbit di timur adalah perputaran bumi pada porosnya
(rotasi). Bumi berotasi dari barat ke timur,
sehingga Indonesia selalu melihat matahari lebih dulu
daripada India.Arah barat-timur sebenarnya hanya arah relatif terhadap
arah poros bumi. Ini dikenal dengan “hukum tangan kanan”: kalau ibu jari
tangan kanan menghadap utara, maka arah keempat jari yang lain adalah arah
rotasi. Arah poros bumi diorientasikan ke sejumlah bintang kutub
utara. Bisa saja orbit bumi terganggu dan arah poros ini bergeser, seperti
dibuktikan dari sejumlah penelitian bahwa di masa lalu poros bumi itu tidak seperti
saat ini. Fenomena ini disebut perkelanaan kutub (polar
wandering). Bahkan kita bisa berkhayal bahwa yang sekarang Utara itu bisa
saja suatu saat Selatan. Namun selama arah rotasi bumi masih mengikuti
hukum tangan kanan, maka daerah sebelah timur masih lebih dulu melihat
matahari. Artinya, kemanapun poros bumi menghadap, selama rotasinya tetap,
maka matahari tetap tampak terbit dari timur.
Tentu
sobat tau donk kenapa kompas jarumnya mesti menunjuk arah utara? Itu karena di
kutub utara terdapat medan magnet yang sangat kuat. Lalu bagaimana jika medan
magnet bumi terbalik alias kompas tidak lagi berkiblat ke utara? Nah itu dia
yang perlu kita kaji lagi. Penelitian para ahli geofisika menunjukkan, dinamika
di inti bumi menyebabkan pindahnya kutub magnetik bumi lebih ke utara. Di
antara inti bumi yang cair dan panas, serta kerak bumi yang dingin terjadi
gerakan konveksi panas terus menerus.
Rotasi bumi itu menyebabkan pergerakan panas membentuk semacam pusaran.
Perubahan pada rotasi bumi menyebabkan pindahnya kutub magnetik tsb.
Dengan
bantuan satelit Jerman sejak bulan juli tahun 2000, para peneliti di GFZ
mendapat data akurat mengenai perkembangan global medan magnet. Berdasarakan
data terakhir nih terbukti intensitas medan magnet bumi sejak tahun 1979
ssudah berkurang 1,7%, bahkan di kawasan
Atlantik Selatan pengurangan intensitas sudah mencapai 10%. Perubahan medan magnetik di
permukaan bumi tersebut akibat dari perubahan dinamika fluida pada inti bumi.
Diamati, gerakan dinamika inti bumi tidak hanya berhenti sejenak, bahkan
sekarang mulai bergerak ke arah berlawanan. Para ahli menduga akan terjadi
pertukaran kutub magnetik bumi dari utara ke selatan. Para ahli kebumian bahkan
sudah melaporkan adanya kawasan anomali. Di kawasan tersebut jarum kompas tidak
lagii menunjuk ke arah utara, akan tetapi sebaliknya. Pengamatan selama 20
tahun dari tahun 1980 sampai tahun 2000 menunjukkan semakin meluasnya kawasan
yang jarum kompasnya menunjukkan arah terbalik tersebut. Menurut para peneliti,
di kawasan inti bumi kemungkinan terjad gerakan yang berlawanan dengan dinamika
unsur besi cair. Apa yang disebut antisiklus inilah yang menjadi penyebab jarum
kompas menunjuk arah selatan, bukan lagi utara seperti lazimnya.
Namun sekali lagi, masih banyak yang kita belum
tahu. Bisa jadi, jika didapatkan bahwa rotasi matahari berlawanan arah
dengan revolusi bumi mengitarinya, efek rotasi bumi terbalik itu masih bisa
terjadi. Namun yang jelas, ketika kondisi itu ada, bumi sudah tidak layak
lagi dihuni manusia. Jadi bila dikatakan ketika kiamat terjadi matahari terbit
dari barat, ya bisa saja, namun saat itu mungkin sudah tidak ada manusia
menyaksikannya, kecuali bila mereka sudah menciptakan teknologi canggih yang
mengantisipasi ekologi bumi yang sudah tidak ramah pada kehidupan. Dan kesimpualn dari dosen saya nih sobat, matahari terbit
dari barat karena terjadi pertukaran posisi kutub medan magnetik bumi, yang
utara menjadi selatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar