Selasa, 30 April 2013

WaaWW Matahari Terbit dari Barat??





Melihat judul di atas pasti yang ada di pikiran sobat “KIAMAT”, yah itu benar karena kita sudah gak asing lagi kan dengan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.

Dan yang akan saya bahas  di sini bukan tentang dalil di atas sob, tapi saya akan mengupas sedikit tentang sebabnya bila ditinjau dari sudut pandang science. Wah pasti keren tuh? Cerita ini saya dapat dari dosen saya lho. Oke langsung saja...

Hemm.. matahari terbit dari barat? Why? Apa mataharinya yang muter berbalik arah atau rotasi bumi yang berbalik arah? 

Pertama yang membuat matahari terbit di timur adalah perputaran bumi pada porosnya (rotasi). Bumi berotasi dari barat ke timur, sehingga Indonesia selalu melihat matahari lebih dulu daripada India.Arah barat-timur sebenarnya hanya arah relatif terhadap arah poros bumi. Ini dikenal dengan “hukum tangan kanan”: kalau ibu jari tangan kanan menghadap utara, maka arah keempat jari yang lain adalah arah rotasi. Arah poros bumi diorientasikan ke sejumlah bintang kutub utara. Bisa saja orbit bumi terganggu dan arah poros ini bergeser, seperti dibuktikan dari sejumlah penelitian bahwa di masa lalu poros bumi itu tidak seperti saat ini. Fenomena ini disebut perkelanaan kutub (polar wandering). Bahkan kita bisa berkhayal bahwa yang sekarang Utara itu bisa saja suatu saat Selatan. Namun selama arah rotasi bumi masih mengikuti hukum tangan kanan, maka daerah sebelah timur masih lebih dulu melihat matahari. Artinya, kemanapun poros bumi menghadap, selama rotasinya tetap, maka matahari tetap tampak terbit dari timur.

Tentu sobat tau donk kenapa kompas jarumnya mesti menunjuk arah utara? Itu karena di kutub utara terdapat medan magnet yang sangat kuat. Lalu bagaimana jika medan magnet bumi terbalik alias kompas tidak lagi berkiblat ke utara? Nah itu dia yang perlu kita kaji lagi. Penelitian para ahli geofisika menunjukkan, dinamika di inti bumi menyebabkan pindahnya kutub magnetik bumi lebih ke utara. Di antara inti bumi yang cair dan panas, serta kerak bumi yang dingin terjadi gerakan konveksi panas  terus menerus. Rotasi bumi itu menyebabkan pergerakan panas membentuk semacam pusaran. Perubahan pada rotasi bumi menyebabkan pindahnya kutub magnetik tsb.

Dengan bantuan satelit Jerman sejak bulan juli tahun 2000, para peneliti di GFZ mendapat data akurat mengenai perkembangan global medan magnet. Berdasarakan data terakhir nih terbukti intensitas medan magnet bumi sejak tahun 1979 ssudah  berkurang 1,7%, bahkan di kawasan Atlantik Selatan pengurangan intensitas sudah mencapai 10%. Perubahan medan magnetik di permukaan bumi tersebut akibat dari perubahan dinamika fluida pada inti bumi. Diamati, gerakan dinamika inti bumi tidak hanya berhenti sejenak, bahkan sekarang mulai bergerak ke arah berlawanan. Para ahli menduga akan terjadi pertukaran kutub magnetik bumi dari utara ke selatan. Para ahli kebumian bahkan sudah melaporkan adanya kawasan anomali. Di kawasan tersebut jarum kompas tidak lagii menunjuk ke arah utara, akan tetapi sebaliknya. Pengamatan selama 20 tahun dari tahun 1980 sampai tahun 2000 menunjukkan semakin meluasnya kawasan yang jarum kompasnya menunjukkan arah terbalik tersebut. Menurut para peneliti, di kawasan inti bumi kemungkinan terjad gerakan yang berlawanan dengan dinamika unsur besi cair. Apa yang disebut antisiklus inilah yang menjadi penyebab jarum kompas menunjuk arah selatan, bukan lagi utara seperti lazimnya. 

Namun sekali lagi, masih banyak yang kita belum tahu. Bisa jadi, jika didapatkan bahwa rotasi matahari berlawanan arah dengan revolusi bumi mengitarinya, efek rotasi bumi terbalik itu masih bisa terjadi. Namun yang jelas, ketika kondisi itu ada, bumi sudah tidak layak lagi dihuni manusia. Jadi bila dikatakan ketika kiamat terjadi matahari terbit dari barat, ya bisa saja, namun saat itu mungkin sudah tidak ada manusia menyaksikannya, kecuali bila mereka sudah menciptakan teknologi canggih yang mengantisipasi ekologi bumi yang sudah tidak ramah pada kehidupan. Dan kesimpualn dari dosen saya nih sobat, matahari terbit dari barat karena terjadi pertukaran posisi kutub medan magnetik bumi, yang utara menjadi selatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar