X-island?? Kayaknya
terlalu alay deh. Tapi alay itu memang suatu karya seni yang cukup menarik.
Wkwkwkwk. Well, yuk kembali ke X-island, jadi gini liburan tanggal 19 Januari
2014 itu serunya pake banget. Kami berempat, Aku, Angger, Rimah, dan Whempy
tanpa janjian panjang langsung cuss ke sebuah pantai yang menurut gue memang
punya potensi wisata yang cukup menarik. Kecamatan Puger. Itu pantai bukan
sekadar pantai. Bagi gue yang cukup menarik adalah pertemuan antara sungai yang
gede sama air laut. Berhubung di sana panas dan geje, kami langsung melanjutkan
ekspedisi ke seberang sungai. Ke X-island. Taraaa.....akhirnya gue bertemu
“hijau”, gue bener-bener menikmati perjalanan nyebrang pakek perahu nelayan
yang kecil itu. Setelah sampai tempat tujuan kami berempat duduk-duduk sambil
menikmati pemandangan yang ada. Sumpah, amazing sejuknya. Lama gue gak ngrasain
tempat-tempat kayak begituan. Gue merindukan banget masa-masa gue yang dulu
sering mbolank bareng. Ngliat ada kolam kecil di depan gue, rasanya kayak
pengen ikut nyemplung. “Plung”... mengingat masa kecil gue yang suka bila
bertemu dengan air. Air. Air yang jernih adalah pusat inspirasi gue. Awalnya
gue pengen melupakan riset gue yang hampir ngbuat gue sakit perut. Setelah gue
ngliat anak kecil yang pada unyu-unyu mandi di kolam tersebut dan gue beberapa
menit sempat memandangi airnya. Akhirnya gue nemu inspirasi buat nglanjutin
gimana riset gue yang agak sedikit kacauu tersebut. Hahaha air di kolam itu
sungguh luar biasa. Ini dia foto gak jelas gue mengamati kolam, kebetulan ada
yang jeprat-jepret gak jelas dari belakang.
Perjalanan kami ternyata gak berakhir di situ.
Sebelumnya kenalin temen-temen gue, ada Rimah, temen gue jaman OSK asal
Probolinggo, dia anaknya rame, narsis, wah gokil deh.. :D
Trus si kaos putih.
Angger. Anak paling gak jelas, nyebelin, suka bully orang, sukanya ada di
belakang kamera, untung gue nemu fotonya yang sendirian. Hemm, apa lagi yak
tentang tuh anak? Baik hati, soalnya udah nebengin gue. :D
Ohya,
satu orang gak jelas lagi belum gue sebutin, siapa lagi kalo bukan Whempy. Si
pemandu trip kami seharian. Yah, gimana bisa dikatakan jelas orang awal
perjalanan kami aja balik, karena takut nyasar dan kami nilai medannya agak
bahaya. Gak lucu nanti bisa masuk tapi gak bisa keluar.
Akhirnya setelah
beberapa menit mikir, kami berubah arah menuju sebuah pantai yang tidak
berpenghuni. Karena air saat itu pasang, kami cari aman saja untuk lewat atas.
Sekali lagi gue bilang sueerr, jalannya ngbetein banget pake acara naik turun.
Jalan setapak dan sedikit ada jebakan tumbuhan berduri. Kayaknya gue juga gak
bisa mikir kalo pulang harus nglewatin itu jalan lagi. Keluar dari alas itu
rasanya sesuatu banget.
Taraa... beach day pun
tiba ditengah terik matahari yang ngbuat kaki gue gosong. Ini dia, sepanjang
garis pantai yang gue idamkan. Ternyata yang gue injek itu bukan pasir,
melainkan batu-batu putih. Cukup menarik bukan?? Terima kasih atas jepretan mas
Angger :D
Selanjutnya, kami
berempat istirahat sejenak di tepian. Menikmati pemandangan di depan mata yang
memang SubhanaAllah. Ini pantai agak keruh karena memang ini masih deket titik
dimana antara air sungai dan laut bertemu. Kalau gue boleh ngungkapin nih ya,
ini tepian agak kotor. Gak dirawat (gimana mau ngrawat coba? Penduduknya aja
gak ada). Mungkin ini sampah pelarian dari pemukiman atau orang yang
jalan-jalan di seberang sana. Tidak peduli lingkungan, yah akhirnya memperburuk
lingkungan. Kalo boleh jujur sih, gue sampai sekarang masih kepikiran sama
bungkus coklat gue yang terbuang di sana. Haduh, bego. Lupa gak gue masukin
lagi ke tas. Biasanya gue, bungkus permen yang kecil sekalipun gak berani buang
sembarang. Ini gara-gara gue terpesona dengan keindahan ciptaan Tuhan. Saat itu
gue memang gak ada bedanya sama mereka yang tidak peduli lingkungan.
Okelah, lupakan bungkus
coklat dan kembali lagi ke trip yang mengesankan ini. Dehidrasi. Tentu saja,
air habis di tepian sungai dan sayangnya gak ada yang jualan di sana (berharap ada
alien datang bawa air). Hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk
melanjutkan perjalanan menuju tebing pantai. Samudra mannn... Meskipun teman
kami, Rimah, yang rupanya sudah kelelahan gak mau nglanjutin. Tapi akhirnya
berhasil kami bujuk. Kami memasuki alas lagi. Jalan makin sempit tapi gak
terlalu bikin capek seperti yang awal tadi. Dan akhirnya, taraa.....
Kami sampai di
penghujung X-island. Setelah kami puas berdiri di atas batu karang dengan panas
yang amat menyengat. Kami balik ke tepian sungai. Terdampar. Yah, kami gak bisa
pulang karena nomor telpon tukang perahu yang dihubungi Rimah gak bisa. Rupanya
salah nyatat nomor. Jadi kami menunggu berharap ada pertolongan datang.
Wkwkwkwk. Ohya, si Angger sempat ngajarin teknik lempar batu 2 kali loncatan.
Keren sih, Ilmu baru. Tapi pas gue liat dia nglempar mah rasanya biasa aja,
secara dia udah keseringan pastinya. Gue coba lempar, beberapa kali lempar gue
dinyatakan berhasil. Yeeaahhh... ternyata gak susah, hanya butuh fokus dan
keyakinan. Itu saja. Sama kayak kita saat mengejar sesuatu, sekali lagi hanya
dibutuhkan fokus dan yakin. Keyakinan itulah yang gue sering sebut
berulang-ulang dengan “hati”. “Segala sesuatu yang akan kita capai, maka perlu
dilakukan dengan hati.” Dari teknik lempar batu, gue dapet metik pelajaran bahwa
sukses itu perlu gagal terlebih dahulu. Karena gagal dan sukses itu satu paket
yang gak mungkin dapat dipisahkan. Dan kegagalan itulah yang dapat membuat kita
mengerti makna sukses yang sesungguhnya. “Kita Bisa Karena Kita Terus Mencoba.”
Eiitttsss... kembali lagi dimasalah terdampar, intinya gue betah di sana.
Rasanya gue pengen hidup di sana. Ada air, hijau, keheningan, wah semesta yang
sangat menakjubkan.
Beberapa menit
kemudian, si tukang perahu ngliat kami berempat dari kejauhan. Saatnya untuk
mengakhiri membayangkan hidup tanpa orang satu kampung. Yuhuuu... acara
selanjutnya makan satu paket bakaran ikan. Tapi gak sempat mendokumentasikan
makanannya, udah keburu laper. Hehehe.
Yang jelas belajar dari
alam itu cukup menyenangkan. Dari jalan berliku dan tumbuhan berduri yang
membuat kami selalu berhati-hati di situ memiliki makna dalam mempelajari
hidup. Bahwa hidup itu tidak mudah. Butuh perjuangan untuk mencapai taraf hidup
yang kita inginkan. Oke guys... Gimana liburan kami? Wah.. cukup menarik
bukan??? ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar